Aku
adalah anak laki-laki yang pertama aku mempunyai adik perempuan yang lucu dan
tidak berbiacara dengan lancar pendengarannya pun menjadi tidak sempurna juga.
saat hari sabtu ibu dan ayahku pergi kepanti asuhan untuk mengadopsi anak perempuan. Setelah sampai di panti asuhan ayah berkeliling setiap ruangan yang ada disana, tiba tiba kemudian ayah melihat anak perempuan yang kecil sedang melukis, ayahku pun menghampirinya “haii” sapa ayahku. “hallo paman” jawabnya sambil senyum. “gambarmu bagus” kata ayahku “terimakasih paman” jawabnya dengan senyum lagi. Setelah sekian lama mengobrol ibu dan pengurus panti asuhan datang menghampiri ayah dan anak perempuan itu “wah siapa nih yah?” kata ibuku . “hallo bibi nama ku ana” sambil tersenyum manis. “hallo anak” sahut ibu ku lemah lembut.
saat hari sabtu ibu dan ayahku pergi kepanti asuhan untuk mengadopsi anak perempuan. Setelah sampai di panti asuhan ayah berkeliling setiap ruangan yang ada disana, tiba tiba kemudian ayah melihat anak perempuan yang kecil sedang melukis, ayahku pun menghampirinya “haii” sapa ayahku. “hallo paman” jawabnya sambil senyum. “gambarmu bagus” kata ayahku “terimakasih paman” jawabnya dengan senyum lagi. Setelah sekian lama mengobrol ibu dan pengurus panti asuhan datang menghampiri ayah dan anak perempuan itu “wah siapa nih yah?” kata ibuku . “hallo bibi nama ku ana” sambil tersenyum manis. “hallo anak” sahut ibu ku lemah lembut.
Setelah
beberapa jam kemudian ibu dan ayahku memikirkan akan mengadopsi anak perempuan
itu. Suara mobil pun datang digarasi rumahku “wah ayah dan ibu datang kak” kata
syifa adikku.
“anak-anak mulai sekarang ia akan menjadi saudara kalian” kata ibu sambil merangkul ana. Hati ku merasa tidak suka akan kehadirannya.
dengan gembiranya ana berjalan sambil membawa bunga dan memberinya ke ibu , dan ibu langsung menarik tangannya “ayahh! Sakit!” teriak ana sambil menangis dan berlari menuju kamar. Ia menjepit tangannya sendiri agar bengkak. “ayah lihat tangan ku sakit tadi dicengkram sama ibu” kata ana sambil manja.
ayah pun menghampiri ibu dan menasehati ibu agar tidak mengulanginya lagi, tetapi ibu menantang karena ia merasa tidak kencang mencengkram tangan ana.
“anak-anak mulai sekarang ia akan menjadi saudara kalian” kata ibu sambil merangkul ana. Hati ku merasa tidak suka akan kehadirannya.
dengan gembiranya ana berjalan sambil membawa bunga dan memberinya ke ibu , dan ibu langsung menarik tangannya “ayahh! Sakit!” teriak ana sambil menangis dan berlari menuju kamar. Ia menjepit tangannya sendiri agar bengkak. “ayah lihat tangan ku sakit tadi dicengkram sama ibu” kata ana sambil manja.
ayah pun menghampiri ibu dan menasehati ibu agar tidak mengulanginya lagi, tetapi ibu menantang karena ia merasa tidak kencang mencengkram tangan ana.
tepat pukul 7 pagi ayah sudah berngkat kerja dan ibu sedang didalam kamar berfikir ada apa dengan anak yang diadopsinya.
ketika aku merasa bosan, aku langsung menuju rumah pohon ketika aku sedang membaca buku dirumah pohon tiba-tiba ana ada dibelakangku, mengngagetkanku, “ngapain kamu kesini?” ku tanya ia dengan tegas, ia menjawab ku hanya tertawa sambil menutup pintu keluar rumah pohonku dengan meninggalkan tumpahan bensin dan membakar rumah pohonku, aku dengan segera berteriak “ibuuu!!” tetapi ibu tidak mendengarku. Saat aku melompat dari atas pohon kebawah aku baru melihat ibu berlari menuju arahku dengan segera membawaku kerumah sakit, sudah 2hari aku tidak sadarkan diri. Saat ibu , ayah, syifa dan ana dirumah sakit menunggu ku. Ana meminta uang kepada ayah dengan alasan membeli minuman . ternyata ia malah berjalan menuju kamar rawatku sambil tersenyum jahat.
saat ia membuka pintu kamar rawat ku langsung menutup wajahku dengan bantal. Dan dengan segera ibu ku berlari menuju kamar rawatku setelah dokter bilang keadaan ku menjadi koma.
ibu langsung berlari menghampiri ana, dan memukul ana, “ayahhh! Sakit!” teriak ana dengan manja. “kamu! Jangan mengganggu anakku” teriak ibu sambil disuntik perawat agar tenang. Setelah beberapa jam ibu menyuruh ayah dan syifa segera pulang kerumah. Saat beberpa jam kemudian handphone ibu ku pun berbunyi “halo? Dengan siapa ini?” tanya ibu ku dengan nafas yang sedikit lelah. “apakah ini dengan ibu novi? Saya dari panti asuhan budi jaya,yang beberapa hari lalu ibu telfon panti asuhan kami dengan menanyakan identitas ana. saya ingin memberi informasi bahwa ana dari panti asuhan bina kasih yang ibu adopsi adalah anak yatim piatu dari panti asuhan angels di filiphina, ia bukan lah anak kecil, ia sudah berumur 37 tahun, hanya badannya saja yang bertubuh mungil dan ia memiliki gangguan jiwa, ana pernah membunuh seorang pengurus di panti asuhan angels di filiphina, harapan kami, ibu segera berhati-hati darinya”. Ibu langsung menutup telefon dan berlari menuju parkiran dan langsung dengan cepat membawa mobil sampai kerumah. Saat sampai rumah dan membuka pintu, ibu berjalan dengan heran karena rumahnya sangat gelap dan berantakan.
saat sampai diruang keluarga ibu meneteskan airmata dan memeluk ayah dengan keadaan berlumuran darah diperutnya. Dengan segera ibu mencari syifa dikamarnya, saat ibu mencari syifa, ibu ku melihat bayangan ana di tembok sambil membawa pisau.
terdengar suara pintu keluar, dengan cepat ana mengejar syifa kemudian ibu langsung berteriak “hai ana! Kejar aku! Aku disini!”. Ibu segera berlari mencari jalan keluar rumah dan mengahmpiri syifa.
dari belakang ana menusuk kaki ibu dengan pisau, lalu ibuku langsung memukul kepalanya sampai pingsan dan langsung dengan segera menelfon polisi.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar