Bel berbunyi menyusuri sudut
koridor, tepatnya pukul 06.35 para siswa bergerak cepat untuk masuk ke kelas.
Ya hari ini adalah hari pertama Amanda
masuk sekolah di Semarang. Amanda Kannia murid XI IPA 2, murid pindahan
dari Bali karena orang tuanya yang sibuk berbisnis sehingga ia selalu
berpindah-pindah tempat tinggal. Setelah sampai didepan pintu kelas pukul 06.40 Amanda
tanpa ragu untuk masuk ke kelas. Sekiranya amanda masuk lalu ia memperkenalkan
dirinya.
“permisi bu, maaf saya terlambat”
kata Amanda.
“kenapa kamu datang terlambat?”
tanya Ibu Guru.
“maaf bu, saya terlambat karena
tidak mengetahui letak kelas ini” jawab Amanda.
“ kamu ini, masih anak baru tapi
di hari pertama sudah terlambat. Ya sudah silahkan perkenalkan nama lengkapmu”
kata Ibu Guru.
“ perkenalkan teman-teman nama
saya Amanda Kannia, saya pindahan dari Bali" kata Amanda.
"Silahkan duduk yang tempat
kosong" kata ibu guru.
Suasana
kelas hening, para siswa terfokus pada materi biologi yang disampaikan oleh Bu
Sesil. Amanda duduk sebangku dengan Yasmine dengan tatapan yang dingin dan
cuek, setelah itu mereka saling berkenalan satu sama lain. Lalu ketika Amanda
sedang berkenalam ada sesorang cowo yang usiil melemparkan kertas kecil ke
Amanda . mulai dari situ lah mereka sering bermain bersama. Saat guru
memberikan tugas pun mereka mengerjakan tersebut bersama-sama.
Hal-
hal lain yang mereka lakukan seperti makan bersama di kantin, kerja kelempok,
pergi bersama- sama dan lain- lain. Dan
mulai dari situ lah Amanda menaruh hati pada Gio yang memiliki sifat humoris
dan pintarnya itu. Amanda tak lepas selalu memikir kan pandangan dan sifatnya
itu. Amanda hanya bisa mengaggumi dalam diam saja. Hal itu dikarenakan di dalam
persahabatan mereka yaitu Yasmie juga menaruh hati padanya.
"Yasmine soal nomer tiga ini
gimana caranya ya?" Ujar Gio sambil mendekati Yasmine.
"Masa kaya gitu engga tau
sih" sambil tertawa menjawab pertanyaan Gio.
"Iya engga ngerti makanya
gue nanya sama lo , cepetan ajarin gue" rengek Gio.
Kemudian Yasmine mengajari Gio
dengan sabar. Namun sepasang mata tengah melihat ke arah mereka. Matanya terasa
panas juga hatinya bergetar. Ini begitu sulit ia terima. Tak mungkin ia
menyakiti sahabatnya dengan keegoisannya.
Yasmine
selalu saja memberikan perhatian yang lebih pada Gio, di satu sisi Yasmine ini
sebenarnya sudah memiliki kekasih. Tetapi tetap saja selalu memberikan
perhatian layaknya orang pacaran pada umumnya. Amanda yang hanya bisa bersabar
ia hanya berharap semoga Gio tidak memiliki perasaan lebih kepada Yasmine.
Segala macam cara Amanda lakukan untuk mencari
informasi tentang kedekatan Gio dan Yasmine ini semakin terlihat. Ya walaupun
mereka berempat ini sahabatan namun akses untuk mendapatkan informasi ini
sulit. Mau tidak mau Alif lah yang berperan sebagai perantara Amanda untuk
mencari tau tentang hubungan Gio dan Yasmine.
"Yas lo lagi deket sama cowo
?" Tanya Alif.
"Engga lahh, kan gue udah
punya cowo" jawab Yasmine.
"Tapi lo kayaknya makin hari
deket deh sama Gio" pernyataan Gio itu membuat Yasmine sedikit
tersinggung.
"Ah perasaan lo aja
kali" jelas Yasmine.
"Udah ngaku aja.Kemaren gua
liat lo jalan sama Gio" ujar Alif.
"Engga, gue kemaren jalan
sama cowo gue" kata Yasmine.
"Gue engga mungkin salah
liat, gue liat pake mata sendiri" ujar Alif mengelak.
"Iya sebenarnya guebudah
jadian sama Gio, tapi lo diem-diem aja" tutur Yasmine.
Hingga
pada akhirnya dugaan Amanda sepenuhnya benar. Yasmine dan Gio ini berpacaran
dalam diam tanpa sepengatahuan sahabatnya . Hati Amanda semakin panas dan putus
harapannya untuk mendapatkan Gio. Tetapi tidak meyerah begitu saja, ia akan
tetap membuktikan bahwa Amanda masih rnenyukai Gio.
Waktu
terus berjalan hingga tiga bulan Gio dan Yasmine sudah resmi berpacaran. Dan
selama itulah Amanda menantikan Gio juga walaupun besar harapan itu kecil.
Amanda mencintai dalam diam saja ia rasa itu sudah cukup walaupun tidak sempat
memilikinya. Pada masa pacaran mereka yang ke empat bulan mereka mulai
memamerkan status hubugan mereka. Seperti bergandengan tangan disekolah dan
juga makan di kantin berdua.
Setelah
itu bersebarlah gossip tentang Amanda menyukai dengan Gio, hal tersebut membuat Amanda
di cap sebagai PHO (perusak hubungan orang ). Yasmine yang tidak terima begitu saja mengambil alih dengan melabrak sahabatnya sendiri. Hingga kasus
ini ditangani oleh guru BK. Dari situlah persabahatan mereka mulai meregang.
Gio tetap memilih lebih percaya kepada Yasmine dibandingkan dengan Amanda.
Karena menurutnya Yasmine adalah orang yang berbeda.
Amanda
bersedih entah apa yang harus ia lakukan terhadap masalah ini. Amanda hanya
bercerita kepada Alif karena hanya ia lah sahabat yang paling mengerti. Setelah
itu terdengarlah kabar putus hubungan Gio dengan Yasmine dikarenakan Yasmine
telah berselingkuh dengan orang lain. Hal tersebut memang benar dan Amanda
telah mengetahuinya jauh sebelum mereka berpacaran. Dan ternyata Gio telah
salah memperjuangkan cintanya pada orang yang salah.
Amanda
terus termenung dan ia bingung entah apa yang harus diperbuat. Amanda menyusuri
jalan setapak dengan pikiran yang kosong. Tak disangka ada mobil yang melaju
dengan kencang dan menabrak Amanda yang tengah berjalan. Lalu Amanda segera
dibawa ke rumah sakit.
Gio
dan Alif mengetahui Amanda yang sedang koma langsung pergi ke rumah sakit dan
merasa cemas. Lalu Alif menceritakan tentang perasaan Amanda kepadanya dan Gio
menyesali perbuatannya tersebut karena telah mengabaikan perasaan Amanda, yang
tidak ia sadari.
"Amanda, maafin gue karna
udah mengabaikan lo" ujar Gio.
Namun lawan bicaranya tetap
membisu ditempatnya, hanya terdengar alat pengukur detak jantung yang semakin
melemah, malah membuat rasa salah Gio semakin besar.
"Amanda asalkan lo tau gua
masih ada disini menunggu lo bangun, maafin gua manda. Gue janji engga bakal
ninggalin lo lagi" tutur Gio.
Sedetik setelah pernyataan Gio
suara nyaring alat pengukur detak jantung itu melengking memenuhi ruangan.
Amandan pergi untuk selama-lamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar