Selasa, 25 Oktober 2016

Pertemanan di SMA - Karya Fahri Ramadhan

Dipagi hari yang begitu cerah, mulailah terdengar suara bel sekolahan yang begitu kencang pertanda awal masuk sekolah telah tiba. Pada saat itu, bertemulah ketiga orang siswa baru di dalam kelas dan mereka saling berkenalan. Mereka bernama Sidiq, Sodok, dan Sadak. Kemudian, mereka mulai berteman dekat dan pada saat bermain pun tidak pernah ketinggalan satu sama lainnya. Banyak peristiwa yang mereka alami bersama di dalam pertemanannya. Mereka sering membuat masalah disekolahan seperti mengusik teman yang sedang belajar, menjaili gurunya pada saat sedang mengajar di depan kelas, dan masih banyak lagi masalah yang dibuat oleh ketiga orang tersebut.
                Pada saat bel istirahat berbunyi, mereka pun keluar kelas secara bersamaan menuju kantin. Dalam perjalanan menuju kantin, banyak sekali masalah yang mereka buat. Sesampainya di kantin, Sodok kemudian bilang dengan kedua temannya ingin ke kamar mandi. Tetapi, sebenarnya dia tidak pergi ke kamar mandi, melainkan bermain bersama kelompok kelompok lain yang dimana kelompok tersebut adalah musuh dari Sidiq dan Sadak. Ketika dia sudah selesai bermain dan berkumpul membicarakan seseorang, dia kemudian kembali menemui Sidiq dan Sadak. Ketika ditanya oleh Sidiq, dia menjawab “maaf lama, abis buang air besar makanya lama”. Hal seperti itu dilakukan secara terus menerus oleh Sodok sehingga menimbulkan suatu kecurigaan dalam diri Sadak dan Sidiq. Dan kemudian mereka berniat untuk mencari tau tetapi selalu saja Sodok meyakini Sidiq dan Sadak.
                Keesokan harinya, Sodok menemui Sidiq dan Sadak kemudian dia berbicara dengan Sidiq dan Sadak tentang rencana yang ingin dilakukan oleh kelompok Hasan atau musuh daripada Sidiq dan Sadak. Tetapi, apa yang disampaikan oleh si Sodok tidak sesuai dengan rencana yang dibuat oleh kelompok Hasan, dia melebih-lebihkan omongannya sehingga omongan tersebut tidak enak didengar oleh Sidiq dan Sadak. Mendengar omongan tersebut, Sidiq dan Sadak terlihat merah mukanya seakan-akan tidak terima dengan apa yang ingin dilakukan oleh kelompok Hasan terhadap mereka. Dengan amarah yang begitu besar Sadak pun menendang botol yang ada di depannya sekencang kencangnya. Sidiq pun berusaha menenangkan Sadak agar menurunkan amarahnya tersebut. Kemudian Sadak pun menenangkan dirinya sejenak. Bel tanda masuk ke kelas pun akhirnya berbunyi dan mereka segera masuk kedalam kelas. Tiga jam kemudian, bel istirahat pun berbunyi dan mereka bergegas pergi ke kantin.
                Sesampainya di kantin Sidiq dan Sadak tiba tiba kehilangan si Sodok yang tiba-tiba menghilang entah kemana. Ternyata pada saat itu, Sodok menemui kelompok Hasan dan mereka pun tertawa bareng. Ketika Hasan ingin berbicara mengenai rencana yang ingin dilakukan oleh kelompoknya, Sodok tiba-tiba memotong omongan Hasan dan ia bilang “eh guys, tau gak Sidiq dan Sadak sedang menyusun rencana untuk mempermalukan kita lho!” Hasan pun terdiam dan seakan tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Sodok. Tetapi Sodok terus berusaha membuat semua orang yang ada disana percaya dengan omongannya. Dan kemudian, Hasan bersama teman temannya seakan tidak terima dengan apa yang telah disampaikan oleh Sodok. Kemudian, mereka pergi dan menemui Sidiq dan Sadak. Mereka pun akhirnya bertemu di dekat lapangan dan disana terjadi adu mulut yang berakhir dengan pertengkaran hebat.
                Tidak lama kemudian, datanglah guru BK dan memberhentikan pertengkaran tersebut. Sidiq dan Hasan pun dipanggil ke ruang BK untuk dimintai keterangan. Tidak lama kemudian, mereka pun keluar dari ruang BK menuju kelasnya masing masing. Di dalam kelas, Sidiq berfikir dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ketika Sidiq mencari kebenaran yang terjadi, ada salah seorang murid yang bilang kepadanya bahwa dalang dari pertengkaran yang tadi terjadi adalah Sodok teman dekat Sidiq. Sidiq pun awalnya tidak percaya, dan kemudian dia mencari tahu kebenarannya. Setelah dia telusuri, ternyata dia memergoki Sodok yang sedang membicarakan sesuatu dengan kelompok Hasan. Kemudian, Sidiq pun pergi menemui Sadak untuk melabrak Sodok. Ketika Sodok sedang berbicara dengan Hasan, Sidiq dan Sadak pun datang dan Sodok pun kaget seakan tidak percaya. Lalu, Sidiq pun membongkar semua kelakuan busuk yang dilakukan oleh Sodok. Hasan pun kaget dan dia reflek langsung menampar Sodok.

                Akhirnya, Sodok pun hanya bisa terdiam menahan malu atas apa yang telah ia perbuat. Dari kejadian tersebut, tidak ada lagi yang ingin berteman dengan si Sodok. Seminggu kemudian Sodok pun mengundurkan diri dari sekolah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar