Dipagi hari yang begitu cerah, mulailah
terdengar suara bel sekolahan yang begitu kencang pertanda awal masuk sekolah
telah tiba. Pada saat itu, bertemulah ketiga orang siswa baru di dalam kelas
dan mereka saling berkenalan. Mereka bernama Sidiq, Sodok, dan Sadak. Kemudian,
mereka mulai berteman dekat dan pada saat bermain pun tidak pernah ketinggalan
satu sama lainnya. Banyak peristiwa yang mereka alami bersama di dalam
pertemanannya. Mereka sering membuat masalah disekolahan seperti mengusik teman
yang sedang belajar, menjaili gurunya pada saat sedang mengajar di depan kelas,
dan masih banyak lagi masalah yang dibuat oleh ketiga orang tersebut.
Pada
saat bel istirahat berbunyi, mereka pun keluar kelas secara bersamaan menuju
kantin. Dalam perjalanan menuju kantin, banyak sekali masalah yang mereka buat.
Sesampainya di kantin, Sodok kemudian bilang dengan kedua temannya ingin ke
kamar mandi. Tetapi, sebenarnya dia tidak pergi ke kamar mandi, melainkan
bermain bersama kelompok kelompok lain yang dimana kelompok tersebut adalah
musuh dari Sidiq dan Sadak. Ketika dia sudah selesai bermain dan berkumpul
membicarakan seseorang, dia kemudian kembali menemui Sidiq dan Sadak. Ketika
ditanya oleh Sidiq, dia menjawab “maaf lama, abis buang air besar makanya
lama”. Hal seperti itu dilakukan secara terus menerus oleh Sodok sehingga
menimbulkan suatu kecurigaan dalam diri Sadak dan Sidiq. Dan kemudian mereka
berniat untuk mencari tau tetapi selalu saja Sodok meyakini Sidiq dan Sadak.
Keesokan
harinya, Sodok menemui Sidiq dan Sadak kemudian dia berbicara dengan Sidiq dan
Sadak tentang rencana yang ingin dilakukan oleh kelompok Hasan atau musuh
daripada Sidiq dan Sadak. Tetapi, apa yang disampaikan oleh si Sodok tidak
sesuai dengan rencana yang dibuat oleh kelompok Hasan, dia melebih-lebihkan
omongannya sehingga omongan tersebut tidak enak didengar oleh Sidiq dan Sadak.
Mendengar omongan tersebut, Sidiq dan Sadak terlihat merah mukanya seakan-akan
tidak terima dengan apa yang ingin dilakukan oleh kelompok Hasan terhadap mereka.
Dengan amarah yang begitu besar Sadak pun menendang botol yang ada di depannya
sekencang kencangnya. Sidiq pun berusaha menenangkan Sadak agar menurunkan
amarahnya tersebut. Kemudian Sadak pun menenangkan dirinya sejenak. Bel tanda
masuk ke kelas pun akhirnya berbunyi dan mereka segera masuk kedalam kelas.
Tiga jam kemudian, bel istirahat pun berbunyi dan mereka bergegas pergi ke
kantin.
Sesampainya
di kantin Sidiq dan Sadak tiba tiba kehilangan si Sodok yang tiba-tiba
menghilang entah kemana. Ternyata pada saat itu, Sodok menemui kelompok Hasan
dan mereka pun tertawa bareng. Ketika Hasan ingin berbicara mengenai rencana
yang ingin dilakukan oleh kelompoknya, Sodok tiba-tiba memotong omongan Hasan
dan ia bilang “eh guys, tau gak Sidiq dan Sadak sedang menyusun rencana untuk
mempermalukan kita lho!” Hasan pun terdiam dan seakan tidak percaya dengan apa
yang disampaikan oleh Sodok. Tetapi Sodok terus berusaha membuat semua orang
yang ada disana percaya dengan omongannya. Dan kemudian, Hasan bersama teman
temannya seakan tidak terima dengan apa yang telah disampaikan oleh Sodok.
Kemudian, mereka pergi dan menemui Sidiq dan Sadak. Mereka pun akhirnya bertemu
di dekat lapangan dan disana terjadi adu mulut yang berakhir dengan
pertengkaran hebat.
Tidak
lama kemudian, datanglah guru BK dan memberhentikan pertengkaran tersebut.
Sidiq dan Hasan pun dipanggil ke ruang BK untuk dimintai keterangan. Tidak lama
kemudian, mereka pun keluar dari ruang BK menuju kelasnya masing masing. Di
dalam kelas, Sidiq berfikir dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ketika Sidiq mencari kebenaran yang terjadi, ada salah seorang murid yang
bilang kepadanya bahwa dalang dari pertengkaran yang tadi terjadi adalah Sodok
teman dekat Sidiq. Sidiq pun awalnya tidak percaya, dan kemudian dia mencari
tahu kebenarannya. Setelah dia telusuri, ternyata dia memergoki Sodok yang
sedang membicarakan sesuatu dengan kelompok Hasan. Kemudian, Sidiq pun pergi
menemui Sadak untuk melabrak Sodok. Ketika Sodok sedang berbicara dengan Hasan,
Sidiq dan Sadak pun datang dan Sodok pun kaget seakan tidak percaya. Lalu,
Sidiq pun membongkar semua kelakuan busuk yang dilakukan oleh Sodok. Hasan pun
kaget dan dia reflek langsung menampar Sodok.
Akhirnya,
Sodok pun hanya bisa terdiam menahan malu atas apa yang telah ia perbuat. Dari
kejadian tersebut, tidak ada lagi yang ingin berteman dengan si Sodok. Seminggu
kemudian Sodok pun mengundurkan diri dari sekolah tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar