“Mondo” siswa SMA yang sebentar lagi
akan lulus, Mondo anak yang periang dan lincah. Mondo juga suka beladiri wushu.
Dia sangat tekun berlatih, demi menggapai prestasinya di wushu. Mondo berlatih di Pusgiwa UI.
Saat itu
Hari Selasa, Mondo berlatih bersama teman sekaligus sahabatnya yang lebih tua
dari nya namanya Rama, Mondo biasa memanggilnya Ka Rama. Saat itu di sela-sela istirahat latihan Ka Rama bercerita
dengan Mondo kalau dia sedang punya tugas kelompok berupa kuesioner. Mondo
ingin membantu Ka Rama.
“Ka Rama, Mondo bantu isi kuesionernya boleh ?”
“Boleh kok, Kalo mau Ka Rama Kirim ke Email Mondo nanti Mondo
isi ya, nanti kirim ke Email Ka Rama lagi hari Rabu ya”
“Oke Ka Rama”
Hari Kamis,
Mondo sedang asik bermain dan jalan-jalan dengan teman rumahnya yang bernama Ka Dea. Mondo dan Ka Dea sedang asik
tertawa bersama dan tiba-tiba Mondo menerima notifikasi pesan dari Ka Rama.
“Mondo kuesioner nya sudah diisi belum?”. Mondo langsung panic dan Ka Dea juga
ikutan panik, dan tidak berani membuka pesan tersebut dikarenakan Mondo lupa kalau
Ka Rama minta kuesioner itu dikirim ke Ka Rama hari Rabu dan Mondo belum
mengerjakan kuesionernya. Malam hari nya Mondo langsung mengerjakan kuesioner
itu dibantu dengan Ka Dea. Setelah
menyelesaikan kuesioner Ka Rama, Mondo langsung membalas pesan Ka Rama, “Maaf
Ka Rama Mondo baru baca pesannya, dari kemarin Mondo sibuk mengerjakan
pekerjaan rumah” Alasan Mondo. Tetapi Ka Rama hanya membaca pesan tersebut
tanpa membalasnya. Mondo pun berpikiran negatif kalau Ka Rama mungkin saja
marah dengan Mondo karena kecerobohannya, atau mungkin gara-gara tugas
kuesionernya belum dikirim Ka Rama jadi dimarahi Dosennya. Mondo takut
persahabatan nya dengan Ka Rama selesai hanya gara-gara sebuah Kuesioner. Hal
itu menjadi beban di pikiran Mondo.
Hari Jum’at
saat mereka latihan wushu kembali. Mondo datang lebih awal dengan perasaan
takut, Mondo takut diomelin Ka Rama. Di tempat latihan Ka Rama belum datang.
Disitu perasaan Mondo sedikit tenang, tidak lama kemudian Ka Rama datang dari
arah parkiran dan perasaan takut Mondo mulai muncul kembali. Mondo melirik
sedikit kearah Ka Rama dan Ka rama makin mendekat, keringat dingin Mondo
semakin mengucur dan perasaan takutnya mulai meningkat.
“Heh Mondo makasih ya udah isi kuesionernya, nih dapet
bingkisan dari kelompok ku”
“Loh, oke sama-sama Ka Rama, makasih juga bingkisannya ya, Ka
Rama tugasnya Mondo kirim telat enggak apa-apa kan? Enggak marah kan ?
“Gak apa-apa kok santai aja, lagi pula ternyata tugas itu
dikumpulinnya mulai minggu depan, Kenapa harus marah santai aja, hahaha”
Mondo malu,
sekaligus senang dan lega ternyata persahabatan mereka masih bisa terselamatkan, Tetapi Mondo berjanji jika
diminta bantuan oleh siapapun dia tidak
akan pernah lupa dan mengabaikannya lagi seperti tugas kuesioner dari Ka
Rama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar