Selasa, 25 Oktober 2016

Cinta Dalam Diam −Karya Apriliana Tri Rahayu

Sang surya kembali mewujudkan dirinya, di saat itu aku sedang berangkat kesekolah dengan diantar oleh kakaku Denny. Sesampainya di sekolah tak lupa aku berpesan agar di jemput jam 03.30 sore.
“bawel amat setiap hari lu ngomong begitu terus bosen gua”sahutnya lalu dia memanyunkan bibirnya dan pergi meninggalkanku di depan gerbang sekolah
Aku tertawa betapa lucunya dia jika aku dapat membuatnya kesal. Sesampainya dikelas aku langsung menuju bangku ku.
Bel istirahat berbunyi seperti biasa setelah pelajaran Bk anak anak perempuan selalu bertanya ke guru Bk tentang banyak hal. Pada saat itu aku hanya iseng bertanya kepada guruku, karena bisa dibilang aku tidak pernah bertanya apapun kepadanya.
“kalo saya pak cocoknya sama siapa?”
Secara tiba tiba sosok laki laki melintasi depan kelasku, guruku melihatnya sejenak dan menunjuknya
“tuh kamu cocoknya sama dia”
‘lah? Itukan kaka osis yang ngeMOSin gua’ gumamku dalam hati
Tiba tiba teman temanku selalu meledekku setiap ada laki laki itu di hadapanku. Dan entah mengapa semenjak dari itu aku menyukainya.
Hari demi hari ku lalui dengan rasa malu setiap bertemu dengannya, bagaimana tidak malu? Setiap ada laki laki itu teman temanku selalu meledekku secara spontan kepada dia, kepeleset, bercanda dengan teman hingga ketawa ketawa, bahkan aku pernah menabraknya tanpa aku menoleh kedia dan aku tetap meneruskan obrolanku dengan teman temanku hingga dia melihatku dengan tatapan bingung. Sejak itu aku mengetahui latar belakangnya dan semua tentangnya. Sebenarnya aku tidak pernah ada niat untuk mencari tahu tapi semua itu datang dengan sendirinya kepadaku.
Aku teringat saat aku keluar kelas dan temanku menujuku dan dia tersenyum tanpa sepengetahuan aku, aku mengetahui hal ini karena temanku yang melihatnya. Teman laki lakiku pernah bercerita kalau dia pernah bertanya tentangku
“Kelly dikelas bagaimana?”
Dan temanku selalu menjawab semua keburukanku
“bawel, pelit dia kalo sama cowo, berisik, suka bercanda”
Betapa malunya aku saat mendengar cerita itu, aku tahu temanku tidak tahu tentang perasaanku. Dan itu membuatku semakin malu berada di hadapan dia.
Hari demi hari ku jalani memang aku tidak pernah berkata sepatah katapun dengan dia, bahkkan untuk bertegur sapa saja aku tidak pernah.
Suatu hari aku di undang untuk mewakili kelasku menuju ruangan Audio visual, aku melihatnya sedang memaparkan presentasi miliknya, aku menyempatkan diriku untuk bertanya, betapa senangnya aku saat dia meleparkan senyum kepadaku, hal itu membuat jantungku berdegub 1000 kali lebih cepat sehingga aku tidak dapat menyadari bahwa bibirku melengkung keatas dengan sendirinya.
Meskipun aku merasa aneh dan terkadang tidak dapat mendefinisikan perasaan ini, tapi aku yakin perasaan ini hanya sebatas kagum dengan dirinya karena aku selalu mengingat surah an-nur:26 bahwa laki laki baik untuk wanita baik dan sebaliknya. Dan aku yakin Allah akan memberikan seseorang sesuai dengan apa yang aku butuhkan bukan dengan apa yang aku inginkan, bisa jadi yang aku inginkan tidak baik untukku dan sebaliknya.
Ku fikir kita tidak perlu benar benar melupakannya, biarkan sesekali aku teringat padanya.
Kufikir, kita tak perlu melupakan siapapun yang pernah kita cintai

By: Apriliana Trirahayuningsih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar