Sang surya kembali
mewujudkan dirinya, di saat itu aku sedang berangkat kesekolah dengan diantar
oleh kakaku Denny. Sesampainya di sekolah tak lupa aku berpesan agar di jemput
jam 03.30 sore.
“bawel amat setiap hari lu ngomong begitu terus
bosen gua”sahutnya lalu dia memanyunkan bibirnya dan pergi meninggalkanku di
depan gerbang sekolah
Aku tertawa betapa lucunya dia jika aku dapat
membuatnya kesal. Sesampainya dikelas aku langsung menuju bangku ku.
Bel istirahat
berbunyi seperti biasa setelah pelajaran Bk anak anak perempuan selalu bertanya
ke guru Bk tentang banyak hal. Pada saat itu aku hanya iseng bertanya kepada
guruku, karena bisa dibilang aku tidak pernah bertanya apapun kepadanya.
“kalo saya pak cocoknya sama siapa?”
Secara tiba tiba sosok laki laki melintasi
depan kelasku, guruku melihatnya sejenak dan menunjuknya
“tuh kamu cocoknya sama dia”
‘lah? Itukan kaka osis yang ngeMOSin gua’
gumamku dalam hati
Tiba tiba teman temanku selalu meledekku
setiap ada laki laki itu di hadapanku. Dan entah mengapa semenjak dari itu aku
menyukainya.
Hari demi hari ku
lalui dengan rasa malu setiap bertemu dengannya, bagaimana tidak malu? Setiap
ada laki laki itu teman temanku selalu meledekku secara spontan kepada dia, kepeleset,
bercanda dengan teman hingga ketawa ketawa, bahkan aku pernah menabraknya tanpa
aku menoleh kedia dan aku tetap meneruskan obrolanku dengan teman temanku
hingga dia melihatku dengan tatapan bingung. Sejak itu aku mengetahui latar
belakangnya dan semua tentangnya. Sebenarnya aku tidak pernah ada niat untuk
mencari tahu tapi semua itu datang dengan sendirinya kepadaku.
Aku teringat saat
aku keluar kelas dan temanku menujuku dan dia tersenyum tanpa sepengetahuan
aku, aku mengetahui hal ini karena temanku yang melihatnya. Teman laki lakiku
pernah bercerita kalau dia pernah bertanya tentangku
“Kelly dikelas bagaimana?”
Dan temanku selalu menjawab semua keburukanku
“bawel, pelit dia kalo sama cowo, berisik,
suka bercanda”
Betapa malunya aku
saat mendengar cerita itu, aku tahu temanku tidak tahu tentang perasaanku. Dan
itu membuatku semakin malu berada di hadapan dia.
Hari demi hari ku
jalani memang aku tidak pernah berkata sepatah katapun dengan dia, bahkkan
untuk bertegur sapa saja aku tidak pernah.
Suatu hari aku di
undang untuk mewakili kelasku menuju ruangan Audio visual, aku melihatnya
sedang memaparkan presentasi miliknya, aku menyempatkan diriku untuk bertanya,
betapa senangnya aku saat dia meleparkan senyum kepadaku, hal itu membuat
jantungku berdegub 1000 kali lebih cepat sehingga aku tidak dapat menyadari
bahwa bibirku melengkung keatas dengan sendirinya.
Meskipun aku merasa
aneh dan terkadang tidak dapat mendefinisikan perasaan ini, tapi aku yakin
perasaan ini hanya sebatas kagum dengan dirinya karena aku selalu mengingat
surah an-nur:26 bahwa laki laki baik untuk wanita baik dan sebaliknya. Dan aku
yakin Allah akan memberikan seseorang sesuai dengan apa yang aku butuhkan bukan
dengan apa yang aku inginkan, bisa jadi yang aku inginkan tidak baik untukku
dan sebaliknya.
Ku fikir kita tidak
perlu benar benar melupakannya, biarkan sesekali aku teringat padanya.
Kufikir, kita tak perlu melupakan siapapun
yang pernah kita cintai
By: Apriliana Trirahayuningsih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar