Selasa, 25 Oktober 2016

Hurt - Karya Annisa Rina Marchelina

Seseorag gadis cantik muda berumur 20 tahun sedang memandang gemerlap cahaya lapu kota NewYork dari sebuah gedung pencakar langit,  ia adalah  Avelyn Tedjantara. Avelyn harus melakukan hal yang tidah ia sukai yaitu memimpin salah satu perusahaan milik keluarganya. Itu adalah perintah dari kakeknya, karna bagi Avelyn keluarga adalah selagalanya dan Ia tida dapat menolak apa yang diperintahkan keluarganya.
“kringgggg…” dering telpon menyadarkannya dari lamunanya.
“iya ada apa kek?” Tanya Avelyn setelah memencet tombol hijau dihpnya
“aku akan pulang kek, 30 menit lagi aku akan sampai di rumah” jawabnya
“iya kek” Avelyn pun memutuskan telponnya dan segera membereskan peralatan kantornta. Kakek menyuruhnya untuk segera pulang karena ada hal yang ingin kakek bicarakan
Mobil yang ditumpangi Evelyn memasuki sebuah rumah besar nan indah,  “Avelyn pulang” teriaknya setelah memasuki rumah tersebut.
Avelyn mencium mamanya yang sedang menonton televise dan berkata “Ave kau sudah ditunggu kakek di ruang kerjanya”
“duduklah dulu Eve, kakek akan menjelaskan semuanya” kata kakek dan menuntun Evelyn duduk disebelahnya.
“Ave sebenarnya kakek akan menjodohkan kamu dengan anak teman bisnis kakek dan tidak ada penolakan untuk mu Ave” tutur kakek membuat Evelyn terkejut bahkan sangat terkejut, karena apa yang dikatakan kekeknya tidak bis ditentang.
“aku tidak bisa kek. Umurku masih 20 tahun, itu masih sangat muda bagiku kek. Bahkan aku tidak mengenalnya kek, bagai mana bisa kami menikah?” jawab Evelyn dengan air mata yang membendung di kelopak matanya.
“sudah lah Eve, masih ada waktu sebulan untuk mengenalnya lebih jauh”
“pernikahan bukan lah hal sepele bangi ku kek” bantah Avelyn dengan air mata yang telah jatuh dari kelopak matanya
“bisakan kau mengikuti apa yang kekek perintahkan  Ave” tegas kakek
“tapi kek” kata katanya terputus oleh bantahan kakeknya
“tidak ada yang ada yang harus dibantah dan dipermasalahkan, keputusan kakes sudah bulat. Sebaiknya kau pergi istirahat, Karena besok kamu akan pergi olehnya” Avelyn keluar dari ruang kerja kakeknya dengan air mata yang terus mengalir.
“Kau tidak apa-apa Ave? Maafkan kakak, kakak sudah berusaha menolak perjodohan itu tapi kakek tetap akan melaksanakannya” kata Evan kakak Avelyn sambil memeluknya
“tidak apa apa kak perjodohan itu pasti akan terjadi. Ave pergi kekamar dulu ya kak dan Ave tidak ingin diganggu” melepas pelukan kakaknya dan berjalan meuju kamarnya

Keesokan paginya Avelyn terbangun dengan mata bengkaknya, karena hamper semalaman ia menangisi pejodohan tersebut. Ia pun segera membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap. Ia yakin pasti lali-laki yang akan menikah dengannya akan datang keruahnya.
Avelyn pun keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Ia melihat seorang laki-laki yang tidak ia kenal sedang berbicarang dengan kakek dan orang tuanya.
“Ave kemari nak” panggil mamanya
“Ave kenalkan ini Werren smith, dia yang akan menikah dengan mu. Dan Werren ini Avelyn, kau pasti sudah mengetahuinya kan” jelas kakek memperkenalkan kami. Aku ahanya tersenyum canggung, sepertinya aku pernah melihatnya di salah satu majalah bisnis.
“sepertinya kami akan pergih sekarang, kami pergi dulu. Ayo Ave” katanya berpamitan.
“hati-hati dijalan” aku mendengar suara mama tapi aku tidak menengok kearahnya.
Diperjalanan maupun di restoran Werren sering mengajaknya berbicara, tapi dia hanya menjawabnya dengan seadanya ataupun kata-kata sigkat.

Mereka saling berhungungan selama satu bulan sebelum pernikahan mereka. Mereka sering bertemu untuk berkencan, jalan jalan atau pun mempersiapkan pernikahan mereka. Semua berjalan rancar dan hubungan mereka berjalan semakin baik.
Acara pernikaha mereka berlangsung dengan meggah, dengan menggundang kerabat ataupun rekan bisnis keluarga mereka. Avelyn tampak cantik menggunakan gaun pernikahannya, bahkan Werren juga berkata bawa Avelyn sangat cantik ketika sedang berjalannya acara.
Rumahtangganya berjalan dengan lancar, Avelyn berusaha melayani Werren dan menjadi iburumahtangga yang baik.hari hari mereka jalani berdua dengan bahagai.
Hingga sustu ketika sikap Werren berubah kepadanya. Werren selalu pulang malam dan selelu menghindari Avelyn, Avelyn sangan bingung dengan perubahan sikap Werren. Avelyn pun pergi ke taman untuk bertemu dengan Ray teman lamanya.  Akhir-akhir ini Evelyn sering bertemu Ray dan menceritakan apa yang terjadi dengan rumahtangganya. Avelyn bercerita kalau tadi malam bahkan werren tidak pulang, Avelyn sangat sedih Karen sikap Wrren tersebut. Ray pun menarik Avelyn kedalam pelukannya, sampai Rai merasa bahwa Avelyn sudah tenang dan ia melepaskan pelukannya dan memberikan saran kepaba Avelyn tenytang masalahnya.
Sesmpainya Avelyn di rumahnya , Avelyn melihat Werren duduk dikursi ruang temu ruamh mereka. Avelyn pun mendekati Werren,  tapi Avelyn baru menyadari kalu Werren menatapnya dengan tatapan marah.
“apa yang kau lakukan?!” Tanya Werren dengan nada marah dan dengan suara yang kencang
“Werren..” jawab Avelyn pelan, ia sangat takut saat ini
“apa kau kalukan dengan laki-laki itu!!”
“siapa yang kau maksud Werren?” tanyanya dengan air mata yang menetes deras.
“apa kau berpura-pura melupainya? Padahal kau selalu bertemu dengannya, bahkan kauberpekuakan dengannya di taman!!”
Avelyn mencoba menjelaskan semuanya kepada werren, tapi Werren tidak mau mendengarkan Penjelasannya. Sampai akhirnya Werren ingin pergi dari raumah itu, tapi Avelyn mencegahnya dengan menarik tanggannya dan Werren menghentakan tangan Avelyn dan mendorong avelyn untuk menjauh darinya. Dorongan Werren terlalu keras menyyebabkan tubuh Avelyn terjatuh dan kepalanya terpentok oleh meja. Avelyn sangat takut dengan apa yang werren lakukan kepadannya bahkan sekarang kepalanya terasa sanggat sakit. Sampai akhirrnya ia kehilangan kesadarannya denga darah yang mengalir dari kepalanya.

Werren sangat panik Karen ia telah melukai avelyn, dia pun segera membawa Avelyn ke Rumah sakit. Kata dokter kondsi Avelyn tidak parah dan Avelyn pingsan dikarenakan keleahan. Ketika Avelyn sadar Werren langgung meminta maaf kepada Avelyn dan ia juga mempercai semua yang dikataka avelyn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar