liburan musim
panas,ekstrakurikuler pramuka suatu SMA Negeri di jakarta mengadakan acara kemah bersama dalam menyambut
anggota baru. Perkemahan itu dilakukan di hutan dekat kaki gunung,jauh dari
permukiman penduduk. sesampainya disana regu yang sudah dibentuk diinstruksikan
oleh Pembina untuk melakukan upacara pembukaan. Setelah upacara,masing-masing
regu diperintahkan untuk mencari tempat untuk mendirikan tenda
dengan menyiapkan segala kebutuhannya,serta menentukan jarak antar tenda dengan
tujuan untuk membentuk kepribadian yang lebih mandiri.
Salah satu regu yang
beranggotakan nugraha ,raymond,dite,riza ,adhan,dan kevin telah menemukan
tempat untuk mendirikan tenda. Saat semua anggota sedang sibuk mendirikan
tenda,nugraha dan raymond hanya duduk dan bermalas-malasan dibawah pohon.
Karena mereka berempat kesal melihat kelakuan nugraha dan raymond, akhirnya
mereka pun menyuruh nugraha dan raymond untuk mencari kayu bakar di dalam
hutan.
Sebelum berangkat,adhan memberikan
sebuah pisau lipat kepada nugraha dan raymond,serta mengingatkan mereka untuk
tidak lupa memberi tanda pada pohon untuk penunjuk jalan pulang. Nugraha pun
menerima pisau tersebut,dan mengacuhkan peringatan dari adhan. Nugraha dan
raymond pun mulai menelusuri hutan yang berada dikaki gunung tersebut.
Setelah mereka mengumpulkan kayu
bakar,mereka pun hendak kembali ke perkemahan,tetapi mereka lupa arah untuk
kembali. Dengan sombong nya,nugraha pun memimpin jalan untuk kembali. Setelah
sekian lama berjalan,mereka pun menyadari bahwa mereka telah tersesat. Mereka
pun akhirnya bertengkar karna sifat sombong nya nugraha. Pada saat yang sama
langit pun mulai gelap dan hujan pun mulai turun. Mereka pun mulai berlari ke
arah bukit untuk mencari keberadaan perkemahan mereka. Tetapi mereka tidak
melihat apapun. Hanya kegelapan yang mereka lihat. Saat sedang melihat sekitar
bukit,raymond tergelincir jatuh kebawah bukit. Nugraha pun turun dari bukit
untuk menolong raymond. Saat mereka berdiri,mereka melihat cahaya dari
kejauhan. Tanpa pikir panjang mereka pun menghampiri rumah tersebut dengan
mengharapkan pertolongan dari penghuni rumah itu.
Sesampainya disana, ada seorang
kakek tua yang keluar dari dalam rumah. Kakek tersebut menawarkan pertolongan
kepada meraka, Nugraha dan raymond pun
menerima pertolongan kakek itu. Saat mereka masuk kedalam rumah,mereka pun
tercengang akan kemewahan rumah tersebut. Setelah itu,sang kakek menawarkan
makanan dan mempersilahkan mereka untuk beristirahat dan memilih kamar yang
mereka suka. Sang kakek pun berkata,”pilihlah kamar manapun yang kalian
inginkan,tetapi jangan memilih kamar yang berada di sudut ruangan lantai 2”.
Nugraha dan raymond pun mematuhi perkataan kakek itu dan mereka mulai memilih
kamar yang mereka mau. Setelah memilih kamar mereka pun tertidur. Saat pagi
hari raymomd terbangun karna mendengar suara aneh dari luar kamar dan ia pun
terkejut karena melihat kamar yang mereka tempati berubah menjadi ruangan
antah-berantah. Raymomd pun ketakutan dan segera membangunkan Nugraha. Saat
Nugraha bangun dia pun juga terkejut melihat keadaan kamar yang mereka tempati.
Mereka pun bergegas keluar kamar dan mencari keberadaan sang kakek. Ruangan
demi ruangan pun mereka telusuri tetapi yang didapat hanyalah ruangan kosong.
Mereka pun terhenti di depan ruangan yang dilarang oleh sang kakek,mereka pun
memberanikan diri untuk membukanya,lalu mereka terkejut melihat kerangka tubuh
manusia yang duduk di sebuah kursi goyang dengan menggunakan baju yang sama
persis yang dikenakan oleh sang kakek. Tiba-tiba mereka mendengar seruan yang
menyebut nama mereka dari luar rumah,mereka pun segera menghampiri sumber suara
tersebut. Setelah keluar rumah,mereka bertemu dengan seluruh anggota pramuka
yang telah mencari mereka sejak malam. Nugraha dan raymond pun merasa lega
karna bertemu dengan mereka. Pembina mereka pun menginstruksikan seluruh
anggota untuk segera kembali ke perkemahan. Dengan perasaan yang masih ragu
Nugraha dan raymond pun memberanikan diri untuk menoleh ke arah rumah tersebut.
Mereka pun terkejut saat mendapati sang kakek yang sedang melambaikan tangan
sambil tersenyum dengan tatapan dingin dan wajah bersimbah darah,di jendela
kamar terlarang tersebut. Mereka pun menatap dengan tatapan ketakutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar