Selasa, 25 Oktober 2016

Rumah Tua -Karya Ramadhan

liburan musim panas,ekstrakurikuler pramuka suatu SMA Negeri di jakarta  mengadakan acara kemah bersama dalam menyambut anggota baru. Perkemahan itu dilakukan di hutan dekat kaki gunung,jauh dari permukiman penduduk. sesampainya disana regu yang sudah dibentuk diinstruksikan oleh Pembina untuk melakukan upacara pembukaan. Setelah upacara,masing-masing regu ­diperintahkan untuk mencari tempat untuk mendirikan tenda dengan menyiapkan segala kebutuhannya,serta menentukan jarak antar tenda dengan tujuan untuk membentuk kepribadian yang lebih mandiri.
Salah satu regu yang beranggotakan nugraha ,raymond,dite,riza ,adhan,dan kevin telah menemukan tempat untuk mendirikan tenda. Saat semua anggota sedang sibuk mendirikan tenda,nugraha dan raymond hanya duduk dan bermalas-malasan dibawah pohon. Karena mereka berempat kesal melihat kelakuan nugraha dan raymond, akhirnya mereka pun menyuruh nugraha dan raymond untuk mencari kayu bakar di dalam hutan.
Sebelum berangkat,adhan memberikan sebuah pisau lipat kepada nugraha dan raymond,serta mengingatkan mereka untuk tidak lupa memberi tanda pada pohon untuk penunjuk jalan pulang. Nugraha pun menerima pisau tersebut,dan mengacuhkan peringatan dari adhan. Nugraha dan raymond pun mulai menelusuri hutan yang berada dikaki gunung tersebut.
Setelah mereka mengumpulkan kayu bakar,mereka pun hendak kembali ke perkemahan,tetapi mereka lupa arah untuk kembali. Dengan sombong nya,nugraha pun memimpin jalan untuk kembali. Setelah sekian lama berjalan,mereka pun menyadari bahwa mereka telah tersesat. Mereka pun akhirnya bertengkar karna sifat sombong nya nugraha. Pada saat yang sama langit pun mulai gelap dan hujan pun mulai turun. Mereka pun mulai berlari ke arah bukit untuk mencari keberadaan perkemahan mereka. Tetapi mereka tidak melihat apapun. Hanya kegelapan yang mereka lihat. Saat sedang melihat sekitar bukit,raymond tergelincir jatuh kebawah bukit. Nugraha pun turun dari bukit untuk menolong raymond. Saat mereka berdiri,mereka melihat cahaya dari kejauhan. Tanpa pikir panjang mereka pun menghampiri rumah tersebut dengan mengharapkan pertolongan dari penghuni rumah itu.

Sesampainya disana, ada seorang kakek tua yang keluar dari dalam rumah. Kakek tersebut menawarkan pertolongan kepada meraka, Nugraha  dan raymond pun menerima pertolongan kakek itu. Saat mereka masuk kedalam rumah,mereka pun tercengang akan kemewahan rumah tersebut. Setelah itu,sang kakek menawarkan makanan dan mempersilahkan mereka untuk beristirahat dan memilih kamar yang mereka suka. Sang kakek pun berkata,”pilihlah kamar manapun yang kalian inginkan,tetapi jangan memilih kamar yang berada di sudut ruangan lantai 2”. Nugraha dan raymond pun mematuhi perkataan kakek itu dan mereka mulai memilih kamar yang mereka mau. Setelah memilih kamar mereka pun tertidur. Saat pagi hari raymomd terbangun karna mendengar suara aneh dari luar kamar dan ia pun terkejut karena melihat kamar yang mereka tempati berubah menjadi ruangan antah-berantah. Raymomd pun ketakutan dan segera membangunkan Nugraha. Saat Nugraha bangun dia pun juga terkejut melihat keadaan kamar yang mereka tempati. Mereka pun bergegas keluar kamar dan mencari keberadaan sang kakek. Ruangan demi ruangan pun mereka telusuri tetapi yang didapat hanyalah ruangan kosong. Mereka pun terhenti di depan ruangan yang dilarang oleh sang kakek,mereka pun memberanikan diri untuk membukanya,lalu mereka terkejut melihat kerangka tubuh manusia yang duduk di sebuah kursi goyang dengan menggunakan baju yang sama persis yang dikenakan oleh sang kakek. Tiba-tiba mereka mendengar seruan yang menyebut nama mereka dari luar rumah,mereka pun segera menghampiri sumber suara tersebut. Setelah keluar rumah,mereka bertemu dengan seluruh anggota pramuka yang telah mencari mereka sejak malam. Nugraha dan raymond pun merasa lega karna bertemu dengan mereka. Pembina mereka pun menginstruksikan seluruh anggota untuk segera kembali ke perkemahan. Dengan perasaan yang masih ragu Nugraha dan raymond pun memberanikan diri untuk menoleh ke arah rumah tersebut. Mereka pun terkejut saat mendapati sang kakek yang sedang melambaikan tangan sambil tersenyum dengan tatapan dingin dan wajah bersimbah darah,di jendela kamar terlarang tersebut. Mereka pun menatap dengan tatapan ketakutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar