‘’Duaaarrr….Duaaaarrr…”.suara
petir menyambar, gledek menggelegar, langit menangis bak melimpahkan air mata
nya ke bumi. Udara dingin mulai menusuk relung jiwa, angin seakan berbisik di
telinga,pohon seakan melambai di sebuah perumahan Casablanca yang terlihat bisu
menikmati guyuran air hujan malam itu. Suara petir yang menggelegar membangunkan
seorang gadis mungil yang sedang tidur terlelap di ranjang nya.
‘’Bunda..bunda..”.suara
yang terdengar lembut yang memanggil bunda. Kini jarum jam menunjukkan pukul
21.00 WIB. Ia berusaha untuk menghela nafas dan bangun dari bunga tidur nya.Gadis
mungil itu bersandar di balik bantal. Ia teringat jelas akan kejadian tadi pagi
ketika Bunda mengajak nya pergi ke tempat pelelangan barang yang tidak terpakai
oleh penghuni nya sekitar 2 tahun silam.
“Bunda,,,
lihat lah ada sebuah kotak musik,,” Ucap Syiena yang terlihat senang.
“Kita
beli mainan ini ya Bunda,,’’ tambah Syiena yang meminta kepada Bunda.
‘’Kalau
Syiena suka , Bunda akan membelikan nya untuk mu,”jelas Bunda.
“ Permisi Pak,saya akan membeli kotak musik
ini, Kira-kira berapa harga nya,,?”tanya Bunda kepada pelelang barang tersebut.
‘’Ambil
saja Bu, kelihatan nya anak Ibu sangat menyukai nya,,”jawab seorang laki-laki
yang berpostur tinggi dengan gaya rambut yang terlihat sedikit berantakan.
“Terimakasih
Pak,, ‘’.ucap Bunda dengan berterimakasih kepada seorang laki-laki tersebut.
Syiena pun terlihat senang karena ia
akan mempunyai kotak musik .Seketika Syiena
mendengar suara asing dari sudut jendela disamping tempat pelelangan
tersebut.Dari kejauhan terlihat seorang Kakek tua yang sedang berbaring di
kamar tidur nya yang berada di latai atas. Seluruh badan nya terbalut kain
putih yang terlihat seperti alien yang baru saja terkena kecelakaan. Suara
Kakek tua itu seakan-akan memberi isyarat Syiena untuk tidak membawa kotak
musik itu ke rumah nya. Raut wajah Syiena yang awalnya terlihat senang
mendapatkan kotak musik itu berubah menjadi raut wajah seseorang yang sedang
di hadapkan hantu.Tangan dan kaki nya bergetar dan segera
ingin melangkah pulang.
“Bunda,,
bunda mari kita pulang,,”pinta Syiena yang terlihat ketakutan.
‘’
kamu tidak ingin melihat lihat lukisan dinding yang lain nak,,?”Tanya Bunda
“
Ti..ti..dak Bunda,,”.jawab Syiena dengan terbata-bata.
“
Kalau begitu saya permisi pulang dulu ya Pak dan terimakasih sudah memberikan
kotak musik kepada anak saya”.Ucap Bunda sambil menggenggam tangan Syiena.
‘’Sama-sama
Bu ,,”.jawab Laki-laki tersebut dengan muka datar.
“Kreeekkkk….Suara desitan pintu
kamar seakan memecahkan lamunan Syiena. “Ayah....Ayah sudah pulang,,?”Tanya
Syiena.
Ayah yang baru saja pulang meminta
agar Syiena lekas tidur.Saat itu Syiena berusaha menceritakan kejadian aneh
yang ia alaminya tadi pagi kepada Ayah dan Bunda nya.Alhasil mereka tidak
menggubris apa yang yang dibicarakan anak gadis munggil itu. Pembicaraan mereka
seperti angin berlalu.
***
Keesokan hari nya Syiena merasakan
hening di rumah nya.Kotak music tersebut seakan menjadi teman bermain
nya.Dengan rasa penasaran gadis kecil itu membuka kotak maianan dan
mendengarkan alunan musik dari figure seorang penari didalam nya.Seketika angin
bertiup kencang seakan menyambut kedatangan seseorang.Syiena terlihat
ketakutan.Ditambah dengan kehadiran Nenek yang bertubuh bungkuk dengan jalan
yang tergopoh-gopoh yang membuat Syiena merasa di hantui.Ia adalah Mbok Surti
yang di tugas nya Mang Otong untuk membantu Bunda menyelesaikan pekerjaan
rumah.
Anak bertubuh mungil tersebut
mulai menuruni anak buah tangga dan menyelusuri ruangan demi ruangan.Ia hendak
pergi ke Kamar Mandi untuk menggosok gigi. “Kreeekkk…. Begitulah suara saat ia
membuka pintu kamar mandi yang berukuran cukup besar. Syiena pun menikmati
gosokan demi gosokan yang ia lakukan ke dalam mulut nya.Setelah selesai ia
bercermin. Dan ia membuka mulut untuk melihat gigi mungil yang baru ia gosok
dengan pasta mint. Tiba-tiba sebuah
tangan hitam keluar dari mulut nya.
Syienaa yakin pengelihatan nya saaat itu tidak kabur dan ia tidak sedang
bermimpi . Bulu-bulu tangan dan kaki Syiena seketika berdiri.Teriakan pun
terpecah di ruangan tersebut.Tangan munggil itu berusaha membuka pintu di kamar
mandi tersebut, tetapi yang terjadi adalah pintu itu tidak bisa terbuka.
‘’Syiena…Syiena…buka
nak pintu nya’’Pinta Ayah yang baru saja pulang
dengan suara lantang sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi tersebut.
‘’Ayahhhh,,,,Bundaaa,,,,Aku
terkunci dari dalam , tolong aku ‘’.Teriak Syiena dari dalam kamar mandi
tersebut.
Akhirnya Ayah dengan mendobrak pintu
tersebut. Dan memeluk anak gadis kesayangan nya tersebut.
‘’Ayah..Bunda.. Aaada tangan hitam yang berusaha
keluar melalui mulut ku yah..bun..”cerita Syiena yang terlihat pucat dan
terlihat menggigil ketakutan.
Saat itu juga Ayah dan Bunda mempercayai
anak gadis nya dalam keadaan berbahaya.Kesokan hari nya mereka mendatangkan
sosok sejenis paranormal yang katanya akan mengusir roh halus.Tetapi semua itu
tidak mendatangkan perubahan pada diri Syiena. Ia tetap mengalami hal misterius
setiap hari nya.Ayah lah yang satu-satu nya yang bisa menyelematkan Syiena dari
gangguan roh jahat tersebut. Di dalam ruangan yang hanya ada sedikit penerangan
tiba-tiba perilaku Syiena berubah, ia membuang barang-barang yang ada di
sekitarnya seakan-akan ada sosok yang mengendalikannya, yang membuat Ayah dan
Bunda mengikat tubuh Syiena ke Bangku dengan tali temali yang kencang.
“Auzubilahiminasyaiton nirojim.
Bissmilahirahmanirahim… Allahu laa ilaaha illa huwal hayyuul qoyum. La
ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fissamawati wa ma fil ardh. Man
dzal ladzi yafa’u indahu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidihim wa maa
kholfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min’ilmihi illa bi maasyaa-a. Wasi’a
kursiyyuhussamawaati wal ardh. Wa laa ya-udhuu hifzhuhumaa wahuwal’aliyyul
azhiiim.”
Ayat suci yang di terus di
kumandangkan oleh Ayah membuat Syiena tambah menggila.Ia seakan akan merontak
kesakitan setelah mendengar ayat suci tersebut.Sekin waktu lama perlawanan Ayah
dengan roh halus tersebut membuat Syiena terkapar lesu dan memuntahkan darah
dengan segerombol kupu-kupu hitam yang menandakan roh jahat itu keluar dari
tubuh Syiena.
Tetapi perlu diketahui bahwa’’sesungguhnya syaitan itu
ialah musuh bagi kamu yang terang nyata, dan manusialah mahkluk tertinggi
derajat nya dibandingkan syeitan” .
Setelah kejadian tersebut Mbok Surti baru bercerita kalau kotak music tersebut
merupaka kotak maianan Shesha, gadis yang sudah meninggal dua tahun yang lalu
akibat kebakaran di rumah nya yang menelan korban satu keluarga tersebut.Akhirnya
Ayah dan Bunda meninggalkan kotak tersebut dan mengambil keputusan untuk pindah
tempat di daerah tanah asalnya yaitu di daerah Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar